5 Hal yang tidak boleh dilakukan sebagai Content Creator

3 min read

Mengacu pada content creator yang berarti pembuat konten, secara harfiah seharusnya menciptakan konten yang orisinil. Berbeda dengan plagiat atau tukang copy paste, Content Creator lebih dituntut untuk membuat konten orisinil yang dikemas dengan menarik, berciri khas, atau unik.

Sebagai content creator kita harus paham mengenai apa saja yang harus dilakukan dan apa saja yang mestinya kita hindari demi kualitas konten yang disukai para penikmat konten kita sendiri.

Berikut ini beberapa contoh, 5 hal yang tidak boleh kamu lakukan sebagai Content Creator.

baca juga : cara optimasi score pagespeed pada website

Menjiplak Artikel Orang Lain

Menjiplak atau melakukan plagiat terhadap konten milik orang lain sangat jauh dari esensi Content Creator yang sebenarnya harus menciptakan konten orisinil dan seunik mungkin dari yang lainnya walau isi dari artikel yang ingin disampaikan tergolong memiliki maksud yang sama.

Bahkan penulis buku “Handbook for writers of research papers‘ yaitu Joseph Gibaldi dan Walter A. Achtert menyatakan bahwa plagiat itu tidak hanya melulu soal menyalin keseluruhan teks, tetapi menyalin gagasan atau ungkapan yang digunakan orang lain untuk tulisan kita tanpa mencantumkan sumber. 

Menggunakan Konten di internet dengan sembarangan

Walau kita sudah membuat tulisan yang kita anggap orisinil, gambar yang kita gunakan pada artikel yang dibuat juga harus memiliki lisensi yang jelas apalagi jika Kamu bukan seorang designer dan sembarang mencari gambar di internet tanpa tahu seluk beluk tentang lisensi yang diperbolehkan untuk dipakai kembali, diedit, atau digunakan untuk tujuan komersil.

Saya sudah membahas mengenai situs menyediakan gambar gratis untuk content creator yang bisa Kamu gunakan untuk keperluan artikel yang kamu buat.

Tidak mengikuti perkembangan zaman

Sebagai content creator yang baik, kita harus selalu menyesuaikan artikel kita dengan perkembangan zaman. Maksudnya, artikel yang kita buat hari ini bisa saja 2 tahun lagi sudah tidak relevan lagi isinya dan perlu diupdate setiap waktu sesuai perkembangan zaman.

Contohnya seperti artikel yang membahas mengenai Facebook Ads, karena algoritma Facebook Ads yang sering sekali berubah (menyesuaikan dengan perlindungan data pengguna) tentu saja kita tidak dianjurkan untuk memberikan panduan yang sudah usang dan tidak relevan lagi, seperti tampilan screenshot yang berbeda dengan tampilan yang sekarang, bisa bisa kita di tuntut pembaca karena panduan yang kita sajikan sudah tidak sesuai dengan perkembangan yang ada.

Terlalu buru-buru dalam membuat konten

Saat Kamu sedang dalam keadaan terburu-buru, pikiran dan fokus Kamu otomatis akan terpecah menjadi beberapa bagian. Hal ini tentu tidak akan bagus untukmu, karena pada dasarnya untuk membuat konten yang matang atau menyelesaikan sebuah konten sampai tahap publishing itu memerlukan ketelitian yang cukup tinggi.

Saat tidak buru-buru saja kita bisa tidak teliti terhadap tulisan yang kita publish, apalagi saat terburu-buru mungkin dampaknya akan langsung kena kepada pengunjung blog kita. Ngga mau kan, sering-sering ditegur sama pengunjung blog karena kesalahan dalam penulisan? Takutnya ini malah bisa membuat kredibilitas blog kita menurun dimata pembaca.

Menulis hanya untuk kepuasan orang lain

Menulis untuk kepuasan orang lain memang tidak ada salahnya tetapi kita tidak boleh terperangkap kepada penilaian orang lain saja untuk tulisan kita sendiri. Bisa membuat orang yang membaca tulisan kita puas adalah sebuah kehormatan, tapi apa jadinya bila kita sendiri tidak menyukai apa yang sedang kita tulis untuk orang lain tersebut? 

Kita tidak bisa membuat semua orang menyukai apa yang kita tulis, jadi pastikanlah kamu membuat dirimu sendiri menyukai apa yang sedang kamu tulis dan kamu nyaman saat menulisnya.

Gravatar Image
Linux & Digital Marketing Enthusiast. Memiliki hobi untuk berbagi informasi dan wawasan melalui tulisan sederhana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *