Apa itu Podcast ? Kenapa Podcast lebih asik daripada Youtube.

Posted on

Jangan anggap kalau podcast itu merupakan ladang uang selain Youtube ya, karena Podcast itu sendiri memang tidak menghasilkan duit hahaha.

Jujur pertama kali saya dengerin Podcast sendiri itu di channelnya H3H3 Podcast, channel youtube aslinya H3H3 Production yang dikelola pasangan kocak Ethan Klein dan Hilla Klein. Saya bilang “kocak” karena ekspresi mereka saat mengomentari suatu hal itu bener bener bikin ngakak.

Di Indonesia sendiri sebenernya Podcast juga baru – baru aja “hype” dikalangan masyarakat karena youtuber yang bisa dibilang dikenal banyak orang ini mulai melebarkan sayapnya di dunia Podcast, yaitu Raditya Dika. Ya walau yang mempopulerkan Podcast pertama kali di Indonesia itu si Adriano Qalbi, tapi jujur saya tidak pernah dengerin itu podcastnya Adriano Qalbi sebelum raditya masuk dan mengenalkan podcast di kalangan pendengar.

Apa itu Podcast

Podcast ini merupakan rekaman dari sebuah audio dan video, banyak orang pasti menganggap Podcast ini mirip seperti Radio termasuk saya. Cuman bedanya, kalau radio itu di putar secara langsung sedangkan Podcast ini udah direkam duluan baru kemudian di upload sama pemiliknya sesuai jadwal.

Memang untuk sekarang Podcast masih belum dikenal banyak orang, dan masih lebih laku di luar negeri. Tapi seperti yang VNGNC bilang, trend yang berlaku di luar negeri bakal ngetrend juga di Indonesia 2 tahun setelahnya. Nah, kalau di tahun 2019 ini podcast udah mulai ngetrend di Indonesia, berarti di luar negeri udah ngetrend mulai 2 tahun yang lalu.

Menurut saya, enaknya dengerin podcast versi audio ini, kita ga nemu yang namanya Iklan beruntun kaya di radio yang biasa kita dengar. Pokoknya penuh dengan konten sesuai topik yang dibahas deh.

Di Indonesia yang saat ini saya ikutin episodenya itu ada Baper (Bacotan Pria) dari Andre Anthony dan Enol Andreas, Podcast Bercanda dari Hersal dan Anjas, PORD (raditya dika), dan Podcast Awal Minggunya si Adriano Qalbi. Untuk yang luar negeri saya cuman dengerin si H3 Podcast.

Alasan Podcast Lebih Asik daripada Youtube

Sampai sini, mari kita sepakat dulu kalau Podcast itu lebih bagus sedikit lah dibanding Radio ya kan. Keunggulan radio ini kan cuman Livenya saja kan. Tapi jika sama-sama dibandingkan untuk sebuah “pembahasan suatu topik”, ya podcast bakal menang karena “untuk saat ini” memang belum ada iklannya.

Jadi, asiknya Podcast daripada Youtube itu terletak pada ketiadaan sebuah visual. Dengan catatan, konteks dalam perbandingan ini adalah sebuah “pembahasan sebuah topik”.

Kalau konteksnya itu praktikal, tentu saja Podcast akan kalah telak ya. Misalnya nih konteksnya “panduan berenang”. Saya yakin, yang mulutnya berbusa lebih cepat itu si penyiar karena kesusahan untuk menjelaskan praktik renang secara detail daripada si pembuat video yang tinggal kasih contoh gerakan berenang untuk konteks tersebut.

Tapi bukan berarti semua konten Podcast itu bagus ya, semuanya juga balik lagi ke pandangan kita masing-masing mengenai konten tersebut. Jadi jangan tanya “bang podcast yang bagus apa ?” di kolom komentar.

Dengerin podcast itu lebih asik karena bisa disambi ngerjain tugas atau hal lain, bisa sambil tidur juga kan dan yang lebih penting tidak boros quota dan baterai. Kalau youtube sendiri kan, saat smartphone di sleep otomatis youtubenya bakal berhenti juga ya, tapi kalau mau dapet fitur biar bisa sleep mesti langganan youtube premium dulu, males saja rasanya.

Kesimpulan

Apalah arti sebuah artikel jika tidak menyertakan sebuah kesimpulan ya kan, ngerjain slide presentasi di kampus aja mesti pake kesimpulan. Jadi untuk kesimpulan kali ini itu tergantung bagaimana kalian menyimpulkan saja lah, jangan lupa ya untuk tuliskan kesimpulan kalian di kolom komentar dibawah.

Terima kasih.

Gravatar Image
Singkatnya tentang saya, seorang mahasiswa yang tinggal di Medan. Tidak suka mengkoleksi buku tetapi sangat suka membaca, Selengkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *