cover micro blogging

Cara Membangun Microblogging di Instagram

4 min read

Gak ngepost artikel sebulanan rasanya kaya punya dosa apa gitu ya. Maaf ni buat yang udah japri untuk request berbagai konten tweak seputar theme wkwk, soalnya saya sangat disibukkan oleh pekerjaan tetap yang lumayan menyita waktu hehe, tak hanya soal pekerjaan saya juga menyempatkan untuk ngulik tentang cara membangun microblogging yang saat ini kayanya worth it lah untuk dibahas. Awal yang membuat saya tertarik dengan microblogging di Instagram karena postingan salah satu akun financial planner yang cukup terkenal di Indonesia yaitu Jouska.

Yup, terlepas dari kasus yang terjadi pada Jouska saat tulisan ini dibuat. Saya dan beberapa teman saya sangat sepakat, bahwa content marketing yang dilakukan oleh team Jouska sangat hebat! Selain itu, konsep design-nya itu lho nancep banget dimata, suka bikin aktivitas scrolling saya di Instagram ini terhenti begitu saja karena postingan Jouska.

Apa itu Microblogging?

Microblogging adalah kombinasi antara blog konvensional seperti tulisan ini yang dimuat pada social media, mungkin disebut microblogging (akal-akalan saya) karena biasanya pada social media memiliki batasan pada karakter penulisannya ya, maka kita sebagai content creator harus memikirkan konsep untuk dapat menyampaikan makna konten dan tulisan yang terbatas kepada pembaca agar mereka mengerti. Microblogging sejauh yang saya lihat juga sangat cocok dan membooming jika digunakan di Instagram, mungkin karena fitur carousel-nya ya? (lagi-lagi akal-akalan saya).

Berikut ini adalah beberapa contoh akun-akun yang menerapkan konsep microblogging pada setiap konten yang di post.

membangun microblogging instagram

Microblogging dan Web Blog, pilih mana?

Emang bener sih, kalau akhir-akhir ini microblogging itu kaya laku keras gitu digunakan para content creator, tapi kalau disuruh milih yang mana dari keduanya, ya kenapa engga pilih keduanya saja toh? hehe. Lagian kan keduanya juga sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, jadi agak kurang tepat aja gitu menurut saya kalau cuman mengandalkan satu jenis media penulisan saja. Web Blog unggul di sisi SEO (search engine marketing), sedangkan microblogging unggul di sisi SMM (social media marketing).

Cara Membuat konten & Membangun Microblogging di Instagram, gimana ya?

Nah kalau ditanya cara membangun microblogging, setidaknya saya bisa sedikit menjelaskan bagaimana caranya. Soalnya sebulan terakhir ini saya juga menyempatkan untuk mengulik tentang microblogging dan menerapkannya di akun Instagram milik saya. Terus gimana hasilnya? ya masih biasa saja, cuman ada beberapa point yang bisa saya sampaikan saat saya membuat konten microblogging di Instagram, seperti :

1. Harus mau belajar Design

Untungnya sih saya sudah memiliki kemampuan design sejak saya SMP. Jadi untuk point nomor satu ini tidak terlalu menjadi hambatan untuk saya dalam membuat konsep design microblogging. Beberapa key factor pada konsep design microblogging ada pada Object/Topik yang ingin diceritakan. Kalau bisa, setiap topik yang ingin dibicarakan, dicari asset-nya melalui internet.

belajar design micro blogging

Contohnya, saya membuat topik tentang menabung, lalu saya mencari gambar yang related dengan menabung, yaitu celengan! Gambar celengan bisa dicari dimana aja kok, dan yang penting gambar yang ingin kita gunakan itu lisensinya bisa “digunakan ulang/dimodifikasi/” selengkapnya tentang gambar yang bisa digunakan ulang bisa baca disini ya!

Selain itu, lebih baik lagi kalau beberapa sub-topik yang ada pada design itu bersambung gitu kaya gambar diatas biar cocok dengan tipe postingan carousel di Instagram. Untuk tools design, kalian bisa gunakan apa saja kok, yang penting kalian nyaman gunainnya.

2. Membahas sebuah topik berdasarkan data.

Gatau kenapa, saya lebih seneng aja ngeliat postingan yang isinya itu based on data. Artinya ga hanya dibuat-buat berdasarkan opini semata, walau kadang ga sedikit juga content creator yang memberikan bumbu kepada data yang ada sehingga terlihat lebih menarik.

3. Fokus kepada topik yang kamu kuasi

Point ketiga ini juga berhubungan dengan point kedua tentang data. Jika kamu sendiri tidak menguasai topik yang ingin kamu bawakan, hasilnya pasti akan kelihatan aneh dan terlihat mengada-ada. Jadi, coba cari dulu bidang yang sangat kamu kuasai, dan cobalah untuk menggali lebih dalam lagi potensi yang kamu miliki tersebut.

4. Terus belajar dan berinovasi

Setelah kamu sudah mempublish 5-10 kontent pertama, mungkin akan sangat wajar jika postingan tersebut belum menarik minat pembaca/pengikut yang kamu miliki. Nah dari situ kamu harus terus belajar dimana aja point yang bisa di-improve kedepannya biar engagement pada konten yang kamu buat menjadi lebih bagus lagi.

Kesimpulan

Nah jadi itu saja dari saya terkait bagaimana cara membangun microblogging di Instagram. Semoga artikel yang saya buat bisa membantu pembaca.Ohiya, Jika ada pertanyaan langsung aja tulis komentar dibawah!

Bagikan Artikel :

Gravatar Image
Linux & Digital Marketing Enthusiast. Memiliki hobi untuk berbagi informasi dan wawasan melalui tulisan sederhana.

2 comments

    1. Mas bisa pakai aplikasi editing versi gratis yang kebetulan juga ringan seperti GIMP. Cuman memang harus belajar menyesuaikan penggunaannya saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *