Cara Optimasi Score Pagespeed pada Website

Posted on

Pernahkah kamu mengunjungi sebuah website dengan loading lebih dari 10 detik tetapi kamu masih saja tetap menunggu website tersebut untuk tampil sepenuhnya ? wah kalau pernah, berarti kamu termasuk orang yang paling sabar hehehe.

Memang sih, kecepatan website itu bukanlah hal yang utama jika dibandingkan dengan artikel yang berkualitas. Pembaca blog akan rela menunggu halaman website yang dimuat sampai selesai kalau artikel yang dibacanya menarik dan bagus baginya.

baca juga : 5 hal yang tidak boleh dilakukan content creator

Untuk sekali dua kali loading website lambat tidak jadi masalah, tetapi jika sudah berulang kali websitenya dikunjungi tetap tidak mengalami perubahan, sebagai pembaca kita akan pergi untuk mencari konten sejenis dengan loading website yang lebih cepat.

Menurut data yang diambil dari google sendiri  :

  • 1 detik sampai 3 detik kesempatan bertambahnya bounce rate adalah 32%.
  • 1 sampai 5 detik kesempatan naiknya bounce rate semakin tinggi 3 kali lipat dari sebelumnya yaitu menjadi 90%
  • 1 sampai 6 detik, kesempatan naiknya bounce rate menjadi 106%
  • 1 sampai 10 detik, kesempatan naiknya bounce rate menjadi 123%

Dari statistik diatas kan sudah kelihatan, kalau sebenernya ada 91% orang yang tidak suka membaca website dengan kecepatan lebih dari 3 detik.

Untuk mengecek kecepatan loading websitemu, kamu bisa mengunjungi situs Pagespeed Insight

score pagespeed halaman https://ariestwn.com
Speed Insight GTmetrix

Pada gambar diatas, bisa dilihat score pagespeed untuk versi mobile dari website saya ini 98 dan pada versi desktop mendapat score 100. Bagaimana saya bisa mendapatkan score pagespeed segitu ? Nah silahkan simak penjelasan saya bagaimana saya bisa mendapatkan score pagespeed 98/100 untuk website ariestwn.com.

Oh iya, saya menggunakan WordPress Self-Hosted untuk website saya ariestwn.com

Pemilihan Hosting Yang Tepat

Tentu saja dong jika sebuah hosting menjadi faktor penentu kecepatan sebuah website. Karena hosting yang cepat dapat mengurangi server response times, pada halaman pagespeed insight semakin rendah nilai response times pada sebuah server maka nilai score pagespeed akan semakin tinggi.

Pemilihan hosting yang tepat itu bagaimana sih ? Pemilihan hosting yang tepat adalah memilih hosting sesuai kebutuhan kamu sendiri, apakah kamu ingin menyewa hosting yang bagus hanya untuk mendapatkan score pagespeed 100 ?

sumber gambar : keycdn shared hosting vs vps hosting

Shared hosting adalah jenis hosting yang cocok untuk kamu jika kamu masih awam dalam hal pembuatan website, yang perlu kamu lakukan hanyalah konfigurasi seputar cms website yang akan kamu gunakan untuk website kamu nantinya. 

Sedangkan jika kamu sudah terbiasa mengkonfigurasi server berbasis linux, kamu bisa menggunakan jenis hosting vps. Pada vps hosting kamu akan dituntut untuk mengkonfigurasi segala hal mulai dari webserver, database, dan lain lain secara manual. Tetapi jika kamu  tidak ingin ribet, kamu bisa menggunakan plan hosting Managed VPS.

Untuk website saya ini sendiri, saya menggunakan jenis hosting VPS dari VULTR dengan plan 10$/bln. Jika kamu penasaran bagaimana cara kerja vps atau kamu ingin coba konfigurasi manual sebuah sistem vps .

Kamu bisa mendaftarkan langsung melalui link referal saya, dan kamu akan mendapatkan saldo sebesar $10. Kamu dapat menggunakan free saldo tersebut selama 4 bulan jika kamu menggunakan plan $2.50/bln. 

Pemilihan Template WordPress yang sudah Seo Optimized.

Jika saat ini kamu masih sering menggunakan template wordpress bajakan, saya sarankan untuk kamu tidak menggunakan template bajakan tersebut untuk website kamu. Karena selain kita tidak tahu apa isi kode kode tersebut, bisa jadi mengandung kode yang bisa membahayakan website kamu sendiri ( phising, dll ). 

Selain bahaya, template bajakan juga banyak ditanamkan backlink sehingga jika kamu menggunakan template tersebut, bisa saja Google mengindikasikan website kamu sebagai website spam karena terdapat banyak backlink.

Yang terakhir alasan kenapa kamu tidak boleh menggunakan template bajakan adalah karena bersifat tidak menghargai karya orang lain selain itu kamu bisa saja dituntut ( secara hukum ) jika ketahuan oleh pemilik template.

Jika kamu memang tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli template premium, kamu bisa menggunakan template gratisan yang disediakan oleh komunitas wordpress.

baca juga : 5 situs penyedia gambar gratis

Walau tidak semua template wordpress yang disediakan gratis memiliki fitur yang lengkap, setidaknya kamu tidak perlu merasa khawatir akan ditanamnya kode berbahaya atau backlink spam.

Saya sendiri menggunakan template premium Superfast dari IDtheme. Saya suka template ini karena selain sudah seo optimized sejak bawaan lahir, template ini juga disediakan banyak sekali fitur yang saya butuhkan, sehingga saya tidak perlu menggunakan plugin lain lagi untuk mendapatkan fitur serupa.

score pagespeed
template superfast

Selain alasan diatas, hal yang membuat saya memilih untuk membeli template superfast ini adalah karena harganya yang terbilang sangat murah untuk fitur yang terbilang lengkap. Seller ( template maker ) juga fast response serta ramah ketika menghadapi klien yang bawel seperti saya ini hehe.

Implementasi HTTP/2 dan PHP 7.2

Teknologi yang diusung oleh Http/2 dan Php 7.2 sudah diketahui mampu membuat loading website kita menjadi lebih cepat lagi. 

Sayangnya, untuk menggunakan fitur http/2 kamu harus menggunakan enkripsi https pada website kamu. Kamu bisa mengecek website kamu apakah sudah support http2 disini dan check apakah website kamu sudah menggunakan php 7.2 disini.

Apa yang harus saya lakukan jika ternyata website saya tidak mendukung HTTP/2 dan PHP 7.2 dan saya menggunakan shared hosting atau managed hosting ? 

Yang perlu  kamu lakukan adalah dengan menghubungi admin dari tempat hosting kamu menyewa, biasanya admin akan dengan senang hati untuk membantu customernya menghadapi masalah yang ada.

Apa yang harus saya lakukan jika ternyata website saya tidak mendukung HTTP/2 dan PHP 7.2 dan saya menggunakan Unmanaged hosting ? 

Jika kamu menggunakan Unmanaged hosting, maka yang perlu kamu lakukan adalah dengan mengkonfigurasinya secara manual dengan melihat tutorial di internet. Caranya tidak ribet kok, yang terpenting kamu tahu apa yang sedang kamu lakukan saja hehe.

Menggunakan Content Delivery Network ( CDN )

CDN adalah sebuah kolaborasi dari beberapa server/data center dengan lokasi berbeda untuk mengirimkan konten. Terus gimana sih cara kerja CDN ini ? Analoginya seperti jika kamu menghost website pada server yang berlokasi di united states tetapi pengunjung kamu sebagian dari asia, maka akses pengunjung kamu yang dari asia akan lebih lama dibandingkan pengunjung dari united states.

CDN hadir untuk memberikan solusi kepada pemilik website yang memiliki pengunjung dari berbagai belahan benua.

Tetapi kebanyakan situs layanan CDN ini mengharuskan kita membayar untuk menikmati layanannya ( untuk mendapatkan fitur lengkap ). Dari segi biaya CDN yang terbilang cukup mahal, bisa dikatakan bahwa CDN hanya cocok untuk pebisnis skala menengah keatas.

Manfaat menggunakan CDN adalah :

  • Meningkatkan kecepatan loading website
  • Mengurangi penggunaan Bandwith Server
  • Lebih Seo friendly ( kecepatan sebuah situs = SEO )
  • Proteksi DDoS

Menggunakan Plugin Autoptimize dan Module Pagespeed

Nah ini adalah rahasia saya mengapa bisa mendapatkan score 98/100 pada Pagespeed Insight / GTmetrix. Sebelum saya menggunakan plugin wordpress autoptimize dan Module PageSpeed. Sebenarnya saya sudah mendapatkan score diatas 70an baik itu mobile maupun desktop. 

Untuk pengaruh masing masing plugin dan module, pertama kali saya menggunakan Pagespeed module pada server saya yang menggunakan webserver nginx ( saya compile manual dengan module ngx_pagespeed ), tutorialnya bisa anda dapatkan disini.

Setelah mengimplementasikan module pagespeed saya, score meningkat menjadi 91/95. Lalu saya install plugin wordpress Autoptimize dengan konfigurasi seperti gambar dibawah ini

Untuk gambar konfigurasi ketiga, saya menggunakan CDN Image dari Shortpixel. Saya menggunakan Shortpixel karena mereka otomatis mengkompress gambar-gambar di website saya, Google Pagespeed menyarankan kita untuk mengkompress image untuk mendapatkan score pagespeed lebih tinggi.

Kesimpulan

Score Pagespeed memang penting untuk melihat apakah website kita memiliki standar kelayakan kecepatan, tetapi tidak lebih penting dari artikel yang berkualitas ( membuat pembaca rela menunggu loading website ).

Jika Anda menemukan score pagespeed menurun karena memasang iklan google / atau iklan apapun, hal itu normal karena iklan tersebut menghasilkan gambar secara acak dan kita tak bisa melakukan apapun.

Gravatar Image
Singkatnya tentang saya, seorang mahasiswa yang tinggal di Medan. Tidak suka mengkoleksi buku tetapi sangat suka membaca, Selengkapnya.

4 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *