Pengalaman Mengurus eKTP Rusak di Deli Serdang

7 min read

Akhirnya saya pun memutuskan untuk pulang dan berhubung kantor kecamatan tidak berada jauh dari rumah saya. Saya langsung mampir ke kantor Kecamatan. Setelah sampai di kantor Kecamatan waktu menunjukkan pukul 2 pas, sebelum memasuki ruang pelayanannya saya mencuci tangan terlebih dahulu lalu menunggu.

mengurus ektp rusak

Lagi-lagi, setelah 15 menit saya menunggu tidak ada satu orang staf pun yang berada diruang pelayanan. “Akan sangat tepat jika semua pegawai seperti ini tidak diberi THR” pikir saya dalam hati mengungkapkan kekesalan. Akhirnya saya memutuskan masuk ke ruangan samping, disitu ada satu orang staf yang menunggu.

Ibu Staf : “Ada yang bisa dibantu?”

Saya : “Begini buk, saya mau mengurus eKTP saya yang rusak”

Ibu Staf : “Sebelumnya sudah meminta surat keterangan dari Desa?”

Saya : “Oh sudah buk, malah pihak kepala desa menyarankan saya untuk ke lubuk pakam. Ini saya barusan dari lubuk pakam, mereka bilang harus ke Kecamatan, kok seperti dioper-oper saya ya?” kesal saya.

Ibu Staf : “Oalah kasiannya, yauda kamu tunggu aja didepan bilang mau urus KTP”

Saya : “Saya udah 15 menit menunggu didepan dan tidak ada orang buk, padahal ini udah jam 2 lho?”

Ibu Staf : “Yauda tunggu aja, paling bentar lagi”

Sesampainya didepan, saya menunggu sekitar 5 menit baru kemudian muncul staf pelayanannya. Buru-buru deh saya samperin.

Staf 2 : “Mau ngurus apa mas?”

Saya : “Mau mengurus eKTP saya yang rusak bu, keadannya patah seperti ini” jawab saya sembari menunjukkan eKTP yang patah.

Staf : “Fotokopi KK bawa kan?”

Saya : “Oh bawa buk, ini. Kira-kira kapan saya bisa mengambil eKTP saya buk?”

Staf : “Saya juga ngga tahu mas, ini ktpnya dikirim ke lubuk pakam dulu. Baru jika sudah siap, dari kantor kepala desa kirim ke rumah masnya”

Saya : “Lho, saya barusan dari lubuk pakam katanya disini bisa cetak eKTP???????” ungkap saya kesal.

Staf : “Sudah prosedurnya mas seperti itu, ini besok pagi datang lagi ya untuk ambil resi KTP untuk jaga-jaga misal diperlukan”

Saya : “ok”

Dari sini saya sudah sangat kesal terhadap birokrasi pemerintah yang ribetnya minta ampun. Setelah dioper kesana kemari, saya masih belum bisa mendapatkan apa yang saya mau. Disini saya langsung kepikiran untuk menghubungi “jasa perantara” yang diawal direkomendasikan oleh teman saya.

Jasa Perantara ini hanya memerlukan data NIK dan Nama saja dari pihak bersangkutan yang ingin mengurus eKTP. Dan jasa perantara ini menawarkan “bayar nanti” setelah proses pengerjaan eKTP telah selesai. Bagaimana orang tidak tergiur dengan jasa seperti ini?

Perihal foto yang ngeblur, itu mereka menggunakan data foto kita pertama kali saat membuat eKTP, jadi tidak perlu foto ulang. Saya sendiri sangat menyayangkan hal ini, karena wajah saya terlihat berbeda saat SMK dengan yang sekarang (pubertas?).

Ya jadi itulah pengalaman saya dalam mengurus eKTP yang rusak di Deli Serdang. Semoga cerita pengalaman saya bisa teman gunakan sebagai referensi, jika teman memiliki pengalaman yang sama seputar pengurusan eKTP mungkin bisa berbagi melalui komentar dibawah ini.

Gravatar Image
Linux & Digital Marketing Enthusiast. Memiliki hobi untuk berbagi informasi dan wawasan melalui tulisan sederhana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *