Penjelasan ROAS dan cara menghitungnya

3 min read

ROAS (Return On Advertising Spend) adalah salah satu metrics yang biasa digunakan untuk menentukan kinerja pemasaran sebuah produk secara keseluruhan. Dengan menghitung dan mengetahui nilai ideal ROAS pada bisnis yang dijalani, kita bisa lebih mudah mengetahui apakah sedang untung atau mengalami kerugian.

Cara menghitung ROAS juga tidak begitu sulit, kamu hanya perlu mengetahui informasi dasar seperti harga modal keseluruhan dari sebuah produk (termasuk packing, dll), harga jual produk, dan harga layanan (per auction) pada platform periklanan yang kamu jalankan.

Misal, saya menjual produk kecantikan dengan harga total Rp 350.000, dan dari harga jual tersebut, saya mengambil keuntungan sebanyak Rp 250.000, artinya harga modalnya hanya 50 ribu saja. Lalu setelah saya mengiklankan produk tersebut melalui Facebook Ads, didapat biaya pengeluaran iklan sebesar Rp. 300.000 dengan total pembelian sebanyak 4 produk. Maka didapat pendapatan sebesar Rp 1.400.000 Lalu kita hitung ROASnya dengan rumus :

ROAS = (Total Pendapatan) ÷ (total pengeluaran biaya iklan)

Untuk permisalan diatas, maka ROAS = Rp 1.400.000 ÷ Rp 300.000, didapatlah hasil ROAS = 4.6

Lalu bagaimana cara menentukan batas ROAS yang ideal untuk sebuah produk? Sebenarnya, berapapun nilai ROAS yang didapat selama kamu masih mendapatkan keuntungan itu tidak jadi masalah. Ideal atau tidaknya, tergantung seberapa besar keuntungan bersih yang ingin kamu dapatkan pada setiap penjualannya. Tentunya semakin besar keuntungan yang ingin kamu dapatkan, akan mempengaruhi rasio pembelian yang terjadi, hal ini biasanya akan membuat CPR menjadi lebih mahal dan akhirnya juga akan memangkas keuntungan kamu.

Nah untuk contoh diatas, diketahui bahwa modal produk Rp 50.000,- dengan CPR sebesar Rp.100.000 didapat dari hasil (Total Biaya Iklan÷total pembelian). Artinya untuk setiap produk yang terjual, saya mendapatkan keuntungan bersih sebesar

Profit = Harga Jual – Harga Modal – CPR

Sehingga

Profit = Rp 350.000 – Rp 50.000 – Rp 100.000
Profit = Rp 200.000

Maka dengan nilai ROAS sebesar 4.6 saya masih untung sebesar Rp 200.000, Lalu hasilnya apa setelah mengetahui ini? Tentu saja saya tidak perlu mengganti teknik pemasaran dan teknik digital marketing yang saya lakukan pada produk tersebut, hingga pada titik dimana nilai ROAS mulai turun dan keuntungan yang saya peroleh mulai menipis barulah saya mereset ulang skema dan teknik pemasaran yang saya lakukan.

Nah, menurut saya sendiri ROAS adalah metrics yang harus dilihat pertama kali jika ingin menentukan performa pemasaran sedang bagus atau tidak. Jika ternyata didapat nilai ROAS yang jelek, barulah melihat indikator metrics lainnya seperti CTR, CPM, CR, dan lain sebagainya untuk melihat faktor kesalahan secara spesifik pada suatu pemasaran.

Cara memunculkan metrics ROAS pada Facebook Ads juga sangat mudah, namun ada syarat yang harus dipenuhi sebelum kamu bisa menggunakan metrics ini yaitu Conversion Event harus di set ke event Purchase.

Nah, lalu bagaimana cara memunculkan metrics tersebut agar seperti tampilan diatas pada Facebook Ads? Caranya sangat mudah

Pada Drop Down menu Columns, pilih Customize Columns seperti gambar dibawah ini

roas

Setelah itu pada kotak pencarian, ketikkan saja kata kunci “ROAS”, maka akan tampil gambar seperti ini.

Kemudian, pada point nomor 1 silahkan ceklis, lalu pada poin nomor 2 silahkan geser dan sesuaikan layout sesuai kesukaan kamu, lalu klik Apply pada poin 3.

Referensi :
https://web.facebook.com/business/help/1848669175353398?_rdc=1&_rdr

Gravatar Image
Linux & Digital Marketing Enthusiast. Memiliki hobi untuk berbagi informasi dan wawasan melalui tulisan sederhana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *