Tips Sukses dalam Melakukan Endorsement

Posted on 6 min read

Endorsement adalah salah satu teknik promosi produk yang sampai saat ini masih diminati oleh banyak pengusaha toko online. Tidak sedikit juga online shop yang berhasil memperoleh kesuksesan hanya dari modal Endorsement.

Endorsement sendiri mulai diminati pebisnis online pada pertengahan tahun 2015 silam. Jika dulu masih banyak artis yang bisa diendorse dengan harga murah, sekarang hampir 95% artis maupun selebgram akan mematok biaya endorse yang mahal.

endorsement
ilustrasi endorsement

Media sosial yang digunakan untuk endorse ini biasanya Facebook, Instagram, dan Youtube. Namun sampai saat ini Instagram masih menjadi sosial media yang sering digunakan untuk promosi produk dengan endorse.

Harga endorse juga berbeda – beda pada setiap artis ataupun selebgram. Biasanya mereka akan memberi harga berdasarkan banyaknya follower yang mereka miliki, tapi jangan sampai terkecoh karena tidak semua artis ataupun selebgram dengan jumlah follower yang banyak akan memberikan hasil yang bagus (akan saya bahas lebih lanjut dibawah).

Rentang harga endorse berupa foto untuk selebgram dengan maksimal follower 200K biasanya mulai dari Rp. 50.000,- sampai dengan Rp. 500.000,-. Sedangkan untuk artis biasanya mulai dari harga Rp. 500.000,- sampai dengan 5 Juta.

Dengan harga yang terbilang cukup mahal tersebut. Apakah Endorsement saat ini masih efektif ? Untuk menjawab pertanyaan ini, pertama saya akan menjelaskan terlebih dahulu tentang Tips Sukses dalam Endorsement ini.

Endorsement tidak mudah seperti dulu

Dulu, tepatnya 3 tahun yang lalu adalah pertama kali saya melakukan promosi sebuah produk melalui Endorse. Saat itu, saya tidak perlu menganalisa tentang engagement ataupun follower dari akun artis, saya tinggal menanyakan harga dan kemudian membayarkan jika harga tersebut pas dengan budget yang saya miliki. Hasilnya, setelah produk yang dipromosikan tersebut diposting di instagram, saya bisa langsung mendapatkan banyak orderan dihari itu juga.

Mungkin dulu masih banyak orang yang tidak tahu cara membedakan artis atau selebgram yang mempromosikan sebuah produk demi uang dengan yang mempromosikan produk karena memang produk tersebut bagus.

Sekarang ? tidak semudah itu. Masyarakat sudah semakin pintar membedakan antara postingan endorse dengan postingan ulasan jujur. Jika sebuah postingan terlalu kelihatan endorse-nya, maka siap – siap saja akan komentar seperti “Alah, palingan juga endorse”, atau “kalau artis mah pake apa aja cocok”.

Banyak Follower tidak menjamin bahwa artis / selebgram layak untuk di endorse.

Kira – kira pernah tidak kamu melihat akun sebuah artis yang terbilang besar, tapi setelah dilihat postingannya ternyata jumlah like nya hanya 2% dari total follower keseluruhannya. Contohnya seperti ini

Jumlah follower-nya 8.9juta, sekarang mari kita lihat jumlah like pada postingannya, kita bisa menggunakan situs socialblades agar lebih mudah analisanya.

Dari gambar diatas kelihatan bahwa rata – rata like pada postingannya (diukur dari 20 postingan terakhir), hanya 161K atau 1.82% dari 100%.

Wah, kemana 99.28% dari jumlah follower akun tersebut ? mungkin melihat indikasi tersebut dari like nya saja kurang cukup. Jadi saya akan melihat indikasi dari jumlah views pada videonya.

Rata – Rata Views dari 10 video terakhir :
(111464+220838+56625+205633+55895+190780+118701+74230+146089+1398719)/10 = 257897.4

Total views hanya 258K yang artinya hanya 2.9% dari total 8.9jt follower.

Lalu, bagaimana saya menentukan bahwa seorang artis atau selebgram layak untuk di Endorse ? caranya terbilang gampang. Kita tinggal mencari artis atau selebgram yang rasio like ataupun views-nya 5% dari total follower-nya (tentunya lebih besar lebih baik).

Oh iya, analisa ini bukan berarti saya menyatakan bahwa akun tersebut membeli follower ya. Mungkin jika semua pengusaha online paham akan konsep ini, saya yakin harga endorse tidak akan dihitung berdasarkan follower lagi, melainkan dari engagement-nya.

Harga Mahal tidak menjamin kualitas promosi dari suatu Endorsement.

Sebenarnya untuk poin yang ini mirip – mirip dengan poin sebelumnya. Dari sepengalaman saya, banyak artis atau selebgram yang mematok harga sangat mahal. Saya menyebutnya mahal karena saat saya menghitung harga endorsenya dengan rata – rata like atau viewsnya “pada postingan endorsenya” ternyata didapat Cost Per Engagement (CPE) atau Cost Per View (CPV) yang tidak masuk akal.

Contoh hitungannya seperti ini :

Kita anggap saja” harga endorse dari Ayu ting – ting itu 10 juta rupiah per postingan (harga aslinya tanya aja langsung sama managementnya). Jika kita lihat dari statistik akun Instagramnya, Ayu ting ting memiliki 30.7 followers Instagram.

Sekarang, kita tinggal menghitung rata – rata dari likes “postingan endorse”, ingat jangan sampai kamu menilai dari postingan standar. Karena ada perbedaan yang sangat jauh dari jumlah likes postingan standar dan postingan endorse.

Karena umumnya postingan endorse di keep selama 1-2 minggu, kita tinggal cari “postingan endorse” pada rentang terlama dari 2 minggu biar kelihatan maksimal likes nya berapa.

endorsement

Dari foto tersebut kita bisa lihat, maksimal likes dari “postingan endorse” dalam waktu 2 minggu hanya 31K likes (cuma 0.1% dari 30juta total followers-nya) . Maka kita bisa langsung menghitung CPE nya dengan rumus seperti ini

CPE = Harga / Engagement (total likes)
CPE = 10.000.000 / 31066
CPE = Rp. 321,-

Diketahui harga CPE nya Rp. 321,-. Ini artinya Kamu membayar Rp. 321,- per orang yang berinteraksi di postingan endorse tersebut.

Nah sudah bisa dipahami kan, bahwasannya mahalnya harga endorse itu memang tidak ada kaitannya dengan jumlah followers. Yang perlu kamu perhatikan adalah jumlah engagement yang terjadi setiap postingan artis atau selebgram yang ingin kamu endorse sebagai analisa untuk produkmu.

Menentukan Kriteria Endorsement Yang Tepat Berdasarkan Produk

Menentukan endorse berdasarkan kriteria produk tidak sesederhana menentukan produk lipstick untuk artis / selebgram wanita. Ini lebih bagaimana cara mencari Endorsement dengan followers yang tepat atau sesuai dengan produk yang kamu miliki.

Misalnya, kamu memiliki produk “Dress” seharga 650 ribu rupiah. Menurutmu apakah Artis sinetron remaja cocok untuk mempromosikan produk yang kamu miliki ? tentu tidak kan, karena umumnya artis teenagers tentu cenderung memiliki lebih banyak teenagers followers juga.

Melainkan, kamu harus mencari talent (artis/selebgram) yang memiliki followers yang memiliki kemampuan untuk membeli produk yang kamu miliki.

Bagaimana cara mengetahui followers yang tepat dari seorang artis/selebgram ? Caranya dengan meminta insight secara langsung kepada artis atau selebgram tersebut.

Insightnya seperti ini :

Artis A dan Artis B sama – sama memiliki jumlah followers yang sama yaitu 1jt Followers. Lalu bisa dilihat bahwa ARTIS B ternyata 85% dari total followers nya adalah perempuan, sedangkan ARTIS A hanya 53%. Dari sini tentu kamu akan memilih Artis B karena cocok dengan kriteria produk yang kamu miliki.

Perhatikan juga persentase usia followers pada Artis B yang cenderung seimbang antara rentang usia 18-24 dengan 25-34.

Logikanya tentu saja wanita dengan rentang umur 13-17 & 18-24 tahun masih dalam masa remaja, sekolah, dan kuliah. Intinya, rentang umur segitu mereka belum memiliki kemampuan untuk membeli produk “Dress” anda yang harganya 650 ribu.

Sedangkan, wanita dengan rentang umur 25-34 tahun tentu sudah memasuki dunia kerja dan memiliki pemasukan sendiri. Walau kita tidak bisa mendapat insight selengkap insight pada media advertising lainnya seperti facebook ataupun google, setidaknya ini adalah cara yang paling tepat untuk mengukur followers seorang artis atau selebgram.

Itu saja penjelasan dari saya, jika ada yang ingin kamu tanyakan. Silahkan tuliskan pertanyaan atau opini kamu dikolom komentar dibawah ini.

Gravatar Image
Singkatnya tentang saya, seorang mahasiswa yang tinggal di Medan. Tidak suka mengkoleksi buku tetapi sangat suka membaca, Selengkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *